Jumat, 19 Agustus 2011

Rinduku Mencekam Malam


Ibu suri pergi,  berjanji tuk kembali, namun hingga pagi menghentak nadi, ibu suri tak juga kembali,
Ibu suri pergi, tinggalkan aku sendiri..
***
Seperti malam yg rindu bulan,  akupun demikian. Seperti  riak ombak yg rindu desiran pasir, akupun demikian. Seperti  embun yg rindu pagi, akupun demikian. Seperti jemari yg rindu hangatnya genggaman,  seperti  kertas putih yg rindu hitamnya coretan tinta, dan akupun demikian.
Ada sesuatu yg hilang dari diri ini, seperti jiwa yg gersang, aku mencari-cari tetesan air suci, jarak dan kondisi yg mengingkari hati, ingin aku berlari menembus realita saat ini,  namun semuanya menampar pasti.
Kemana hangat peluk itu, berapa lama dia pergi, untuk sakit yg tak henti, kembalikan aku pada sisi hati. Bukan aku mengingkari takdir, hanya hati terkadang tak paham kondisi, aku rindu ibu suriku, dialah tawa dalam tangisku,, I miss you mom, I miss you so bad
cerita kita.. seperti sejarah yg akan selalu aku kenang
                                                                                                                
                                                                                                        Lhokseumawe, 20 Agustus 2011