Rabu, 26 Oktober 2011

Ketika manusia lebih ganas dari Iblis

           
Entah kenapa dalam beberapa hari terakhir mataku, telingaku, dan perasaanku mengutuki setiap pemberitaan yang ada. Sebenarnya yang aku kutuki bukan pemberitaan tapi tabiat para manusia yang lebih kejam dari iblis. pemberitaan tentang negara ini yang sakit-sakitan dan parah!, tentang segenap manusia yang mengaku beragama namun sifat dan sisi kemanusiaannya seperti dicabut paksa oleh perputaran zaman. 
           Sore tadi d kantor aku melihat koran Kompas bergantungan di tempatnya, dengan gaya "slow motion" tanganku menarik koran harian tersebut dan tampaklah d halaman depan gambar Moamar khadafi, presiden libya. meski aku tak tahu persis bagaiman alur ceritanya, namun hatiku miris melihat tubuh sang penguasa d atas kain putih, di sekujur tubuhnya terdapat sejumlah jaitan yang membuatku teringat-ingat sampa saat ini. Terlepas dari apapun masalahnya, tapi tubuhnya sangat mengerikan, lalu dimanakah sisi kemanusiaan kita.
           Nah! berlanjut ke pemberitaan berikutnya sodara-sodara.. dan ini bukan pemberitaan dari media massa Kompas, namun dari media masa televisi dan tuiter bah! yah, ditekankan pake logatnya ruhut sitompul ya, Tuiter! yang membuat hati meratap pasti. Seorang kakek yang memperkosa cucunya, para pejabat negara dengan batik khas endonesah mencuri uang rakyat dengan cara yang santun menjijikkan,  dan lain sebagainya yang tak dapat di sebutkan satu persatu. 
          Mungkin iblis saja terheran-heran melihat apa yang dilakukan anak manusia, sambil menarik tanduknya si iblis berkata "aku hanya berbisik, lalu kalian wahai anak manusia begitu sempurna mendeskripsikan bisikanku, kalian terlalu kreatif mengartikan ajakanku wahai nyawa yang terbuai".


***
Wahai Penguasa Kerajaan langit dan bumi..
jangan Engkau biarkan kami menjadi manusia merugi
Jangan Engkau nina bobokkan kami dengan syair duniawi
Jauhkan kami dari hal keji
cabutlah nyawa kami dalam sujud yang khusyuk
Tuhan....

RabuBisu, 26Okto2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar